Belajar dari Masa Lalu, FFI 2016 Usung Tema Restorasi
ffi 2016
 
Festival Film Indonesia (FFI) 2016 tidak lama lagi akan digelar. Pagelaran akbar bagi insan perfilman tersebut akan mengusung tema Restorasi sebagai bentuk dukungan pelestarian dan pentingnya film untuk warisan budaya.
 
Tajuk itu dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat dan khususnya para pelaku film untuk bisa belajar dari sejarah.
 
"Lebih mudah menyimpan ketimbang restorasi, padahal itu bagian dari sejarah dan anak muda harus tau ada film-film itu. Makanya kita mendukung inisiatif independen seperti SA Films yang sudah merestorasi Tiga Dara (1956)," ucap Ketua FFI 2016 Lukman Sardi, saat ditemui di Metropole XXI, Rabu (3/8) malam.
 
"Restorasi itu muncul karena pengarsipan yang jelek dan untuk menghargai pembuat film jaman dulu yang teknologi produksinya nggak semudah sekarang. Kalau mereka bisa buat film bagus kenapa kita nggak," tambahnya.
 
Untuk pagelaran tahun ini, Lukman tidak banyak melakukan perubahan. Ia hanya memperbaiki sistem penjurian dengan melibatkan berbagai asosiasi dan menambah 1 kategori baru yaitu Penata Musik Terbaik .
 
"Kita punya asosiasi seperti Rumah Aktor Indonesia (RAI),  Asosiasi Produser Sinema Indonesia (APSI) dan sebagainya. Tiap asosiasi akan buat daftar film yang layak di nilai dan sudah lulus sensor serta tayang di bioskop. Tahun lalu juri kewalahan karena waktu yang mepet dan banyak film yang harus dinilai," tuturnya.
 
Rencananya tanggal 14 Oktober FFI akan umumkan para nomine dan 10 November digelar malam penghargaan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. "Kita pilih TIM karena mengacu pada tema kita yaitu restorasi dan dekat dengan dunia film. Bukan maksud mengesampingkan daerah lain, tapi kami ingin merangkul lebih banyak masyarakat bahkan yang bukan penikmat film sekalipun. Makanya event kita banyak digelar di ruang publik," tutupnya.
LAINNYA