FFI 2016 Tekankan Pentingnya Preservasi dan Restorasi Film Nasional

 

  Festival Film Indonesia (FFI) 2016 resmi mengangkat 'Restorasi dan Sensor' sebagai tema besarnya tahun ini. Hal tersebut didasarkan pada fakta sistem pengarsipan film di tanah air yang dianggap belum layak. Untuk membahas lebih jauh mengenai topik itu, pihak panitia mengadakan ...

Posted By: Eko Satrio Wibowo, 22 September 2016
ffi 2016 ...
 
Festival Film Indonesia (FFI) 2016 resmi mengangkat 'Restorasi dan Sensor' sebagai tema besarnya tahun ini. Hal tersebut didasarkan pada fakta sistem pengarsipan film di tanah air yang dianggap belum layak. Untuk membahas lebih jauh mengenai topik itu, pihak panitia mengadakan diskusi dengan media pada Rabu (22/9) sore di Foodism, Kemang, Jakarta Selatan. 
 
Menurut salah satu sumber ahli dalam diskusi tersebut, Lisabona Rahman, proses penting lain yang wajib dilakukan selain restorasi adalah preservasi, yaitu mengumpulkan dan menjaga material asli film. Tanpa melakukan hal itu, upaya perbaikan dengan menggunakan teknologi yang canggih dan paling mutakhir sekalipun tak akan ada gunanya.  
 
Bahkan, Lisabona mengungkapkan, dibanding dengan negara tetangga di Asia pun proses preservasi dan restorasi yang dilakukan di Indonesia masih kalah jauh, apalagi jika melihat Hollywood yang industri filmnya sudah mapan. Padahal menurutnya, film merupakan produk kebudayaan yang memiliki daya jangkau yang luar biasa. Untuk itu perlu mendapatkan perhatian lebih. 
 
Jika dirawat dengan cara dan teknologi yang benar serta mumpuni, bisa bertahan hingga lebih dari 200 tahun. "Di Amerika Serikat dan Eropa pun, film-film klasik tetap disimpan dengan baik dan dilestarikan. Film-film tersebut secara rutin diputar kembali untuk ditonton generasi muda di sana," ujar praktisi restorasi film yang pernah menjadi Manajer Program Kineforum Dewan Kesenian periode 2006-2011 itu.
 
Preservasi yang buruk pada akhirnya membuat proses restorasi layar lebar klasik Indonesia menjadi tidak mudah. Gambar dari material aslinya dalam format pita seluloid sudah banyak yang rusak dan tidak layak tonton. Selain itu, biaya yang diperlukan untuk merestorasi satu film menjadi bentuk digital dengan kualitas gambar 4K mencapai Rp3,5 miliar.  
 
"Tantangan tersebut tidak boleh menghentikan upaya kita untuk terus merestorasi film-film klasik Indonesia yang telah rusak dan tidak dapat ditonton. Selain itu, kita juga perlu mendorong pengembangan sistem pengarsipan film yang lebih baik. Sehingga film-film klasik yang telah direstorasi dan film-film lain yang dibuat saat ini tetap dapat ditonton dengan kualitas gambar yang baik di tahun-tahun mendatang," ujar perempuan yang juga terlibat dalam restorasi film Lewat Djam Malam (1954) dan Tiga Dara (1956) itu. 
 
Pengumuman Nominasi FFI 2016 rencananya akan dilaksanakan pada akhir Oktober 2016. Sedangkan Malam Puncak Anugerah FFI 2016 dijadwalkan untuk digelar pada November 2016 di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat.
COMPLETE ARCHIVE
 
Mau gossip terhangat
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Tarif : 1000/sms
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON