LATEST
REVIEW
- Sang Kiai: Hasyim Asy'ari dalam Keimanan dan Kecintaan pada Tanah Air
- Optatissimus: Usaha dan Kemampuan untuk Percaya
- Epic: Petualangan Apik Bersama Manusia Mini
- Fast and Furious 6: Kolaborasi Seru Dominic Toretto dengan Luke Hoobs
- The Great Gatsby: Kisah Hidup Miliuner Misterius Demi Memeluk Cintanya
FEATURES
- Cinema 21 Berikan Perangkat Preview Kepada Sinematek Indonesia
- Cinema 21 dan PT. Citra Tubindo Ajak 300 Anak Panti Asuhan Nobar The Croods
- Relawan Peduli Bogor Barat Antusias Hadiri Sinema untuk Bangsa di BSD Plaza XXI
- Cinema 21 Menggelar Diskusi Ujian Nasional lewat Film Temani Aku Bunda
- Cerita Haru dari Kado Tawa Finding Srimulat di Solo
Kutukan Suster Ngesot, Ketakutan Para Cheerleaders
Akhirnya Imagine Pictures menunjukkan eksistensinya di dunia film Indonesia. Lewat film perdananya, Kutukan Suster Ngesot yang digarap oleh David Poernomo. Film bergenre Horor tersebut dibintangi oleh Randy Pangalila, Fanny Ghassani, Beauty Lupita, Seno Setyawan, Rustam Anwar, Celine Evangelista dan Alia ...
22 Juli 2009
Posted By:
Erfanintya M. P.
Akhirnya Imagine Pictures menunjukkan eksistensinya di dunia film Indonesia. Lewat film perdananya, Kutukan Suster Ngesot yang digarap oleh David Poernomo. Film bergenre Horor tersebut dibintangi oleh Randy Pangalila, Fanny Ghassani, Beauty Lupita, Seno Setyawan, Rustam Anwar, Celine Evangelista dan Alia Rosa.
Film ini menceritakan sebuah tragedi kecelakaan yang membawa pemandu sorak (cheerleaders) dan official tim basket, yang setelah bertanding mengalami kecelakaan dan terperosok kedalam jurang. Bis tersebut terjebak di tengah-tengah kuburan. Dalam keadaan yang terjepit, mereka memutuskan untuk keluar dari bis dan meminta bantuan ke warga, tapi ada beberapa orang yang tidak setuju dan memilih menunggu di dalam bis. Derry (Randy Paangalila) sebagai Asisten pelatih tim basket bersama beberapa orang, keluar mencari bantuan. Lalu mereka menemukan sebuah rumah sakit tua dan sudah tidak beroperasi. Di rumah sakit tersebutlah teror mencekam terjadi.
David Poernomo, sebagai komandan dalam film yang akan tayang serentak mulai 23 Juli tersebut, berharap pesan yang disampaikan dalam film, bisa diterima masyarakat. “Suatu masalah itu bisa diselesaikan bersama, jangan hanya memikirkan diri sendiri, dan segala sesuatu yang kita lakukan sekarang pasti ada timbal baliknya di masa yang akan datang,” ujar David Poernomo memaparkan pesan dalam film tersebut, dalam acara jumpa pers yang dilakukan 21 Juli 2009 di FX, Senayan, Jakarta. (eM.Yu)
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone




