Lola Amaria Ungkap Realita Ibu Kota Lewat Film Sanubari Jakarta

 

Setelah vakum hampir dua tahun, aktris cantik Lola Amaria kini kembali muncul lagi dengan sebuah proyek layar lebar berjenis omnibus yang berjudul Sanubari Jakarta. Lola yang berperan ganda sebagai produser sekaligus sutradara di film tersebut, mencoba mengungkap realita kehidupan Jakarta ...

Posted By: Alit Bagus Ariyadi, 09 April 2012
lola amariaSetelah vakum hampir dua tahun, aktris cantik Lola Amaria kini kembali muncul lagi dengan sebuah proyek layar lebar berjenis omnibus yang berjudul Sanubari Jakarta. Lola yang berperan ganda sebagai produser sekaligus sutradara di film tersebut, mencoba mengungkap realita kehidupan Jakarta lewat proyek layar lebarnya itu.

Seperti diketahui, Sanubari Jakarta bukanlah proyek pertama Lola sebagai produser maupun sutradara. Cewek kelahiran 30 Juli 1977 tersebut pernah menjabat sebagai produser di film Novel Tanpa Huruf R (2004) dan menjadi sutradara sekaligus pemain Minggu Pagi di Victoria Park (2010). Yang membedakan di film Sanubari Jakarta adalah, dirinya coba menggandeng 10 sutradara muda dengan 10 cerita yang berbeda bertemakan gay, lesbian, biseksual, transgender/transeksual.

"Ini sebenarnya film indie dan kita nggak mau muluk-muluk karena kita semua pemula. Kenapa kita pilih judul Sanubari Jakarta adalah karena ini berdasarkan kisah nyata dari Kota Jakarta. Sanubari adalah dasar yang namanya cinta dan semua yang kita lakukan atas dasar itu," ujar Lola Amaria saat jumpa pers film Sanubari Jakarta di Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan (09/04).

"Ini base on true event, jadi risetnya butuh waktu lama karena semuanya nyata hanya dramanya saja yang dibuat fiksi. Film ini bertujuan agar masyarakat bisa tahu ada banyak hal yang mereka nggak tahu. Disini kita nggak mencoba menghakimi karena ceritanya berasal dari sudut pandang masing-masing sutradara," tambahnya.

Berawal dari konsep film indie, tentunya Sanubari Jakarta tidak disokong dana produksi yang sangat besar. Lola bahkan menegaskan, seluruh sutradara dan pemain di film tersebut, baru akan dibayar jika Sanubari Jakarta laris ditonton masyarakat.

"Penggabungan sutradara ini dari pertemanan yang sama-sama memiliki passion di film. Aku hubungi mereka tentang proyek ini dan menjelaskan kalau biaya syutingnya harus pakai duit mereka dulu. Aku bahkan bilang ke seluruh pemain kalau mereka belum akan bayar sampai film ini laris," jelas Lola.

Meskipun Sanubari Jakarta dibuat dengan dana yang terbatas, namun Lola optimis layar lebar garapannya tersebut memiliki kualitas yang mumpuni layaknya film mahal.

"Walau dananya terbatas, namun tiap film yang ada disini semuanya diambil dengan kamera Canon 5D dengan hasil digital. Aku bisa pastikan ini berkualitas dan nggak kalah dengan film mahal," pungkasnya.

Film Sanubari Jakarta terdiri dari 10 sutradara yang masing-masing mewakili sebuah cerita yaitu Tika Pramesti (1/2), Dinda Kanyadewi (Malam Ini Aku Cantik), Lola Amaria (Lumba-Lumba), Alfrits John Robert (Terhubung), Aline Jusria (Kentang), Andriyanto Waskito Dewo (Menunggu Warna), Billy Christian (Pembalut), Kirana Larasati (Topeng Srikandi), Fira Sofiana (Untuk 'A'), dan Sim F (Kotak Cokelat).

Sanubari Jakarta yang dibintangi oleh beberapa artis ternama seperti Pevita Pearce, Dinda Kanyadewi, Deddy Corbuzier, dan Reuben Elishama Hadju ini mulai tayang dibioskop pada tanggal 12 April 2012.

COMPLETE ARCHIVE
 
Mau gossip terhangat
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Tarif : 1000/sms
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON

 
www.vidfor.me