LATEST Slowmotion
Press Conference Keramat : Monty Tiwa Belajar Dari Wartawan dan Reality Show
PT. Kharisma Starvision Plus-Wong Cilik’s Indie Picture Productions a Moviesta menggelar acara press conference film Keramat, 25 Agustus 2009 bertempat di Resto Planet Hollywood Jakarta. Acara ini juga turut dihadiri oleh para pendukung film yaitu para pemain, Poppy Sovia, Migi ...
26 Agustus 2009
Posted By:
Erfanintya M. P.
PT. Kharisma Starvision Plus-Wong Cilik’s Indie Picture Productions a Moviesta menggelar acara press conference film Keramat, 25 Agustus 2009 bertempat di Resto Planet Hollywood Jakarta. Acara ini juga turut dihadiri oleh para pendukung film yaitu para pemain, Poppy Sovia, Migi Parahita, Sadha Triyudha, Miea Kusuma, Dimas Projosujadi, Diaz Ardiawan, Brama Sutradara, Chand Parwez Servia sebagai Produser, dan sang sutradara Monty Tiwa.
Film Keramat ini digarap dengan konsep yang berbeda, dengan menerapkan konsep subjective camera yang diklaim sebagai film Indonesia pertama yang menerapkan konsep tersebut. Konsep seperti ini pernah dilakukan oleh film internasional seperti Blairwitch Project, Rec, dan Clovervield. Monty yang biasa menggarap film-film dengan konsep seperti film kebanyakan, mengakui kesulitan saat menjalankan konsep tersebut. Bahkan, film ini tidak memiliki skenario. Monty memberi tahu apa yang harus aktor dan aktrisnya lakukan 15 menit sebelum camera roll.
“Kesulitan utamanya justru kita nggak tahu bagaimana cara membuatnya. Saya pikir cara membuat dengan konsep ini akan mudah karena hanya menggunkan satu kamera, ternyata tingkat kesulitannya sangat tinggi,” ujarnya Monty saat press conference berlangsung. “Tapi akhirnya semua bisa dijalankan dengan baik, saya juga tidak lupa mengucapkan pada para media, karena saya banyak belajar dengan melihat para kameramen saat memburu berita, dan cara pengambilan gambar dalam acara reality show yang sekarang sedang marak didunia pertelevisian,” tambahnya yang enggan menyebutkan nama acara reality show tersebut.
Para pemain juga tidak ketinggalan mengunggkapkan pengalamannya didepan wartawan yang hadir saat itu. Seperti halnya Poppy yang saat syuting berlangsung justru merasa pesimis dengan film tersebut. “Saya justru merasa apakah syuting film ini akan bisa selesai, karena terlalu banyak hambatan yang kita hadapi, mulai dari waktu produksi yang melebihi target sampai kendala-kendala saat syuting,” katanya. “Tapi untungnya semua tim punya niat yang kuat dan tujuan yang sama untuk film ini, alhamdulillah aku seneng banget film ini akhirnya bisa segera dinikmati penonton,” tambahnya.
Begitu banyak hal baru dalam film ini, selain subjektif camera, pemain yang menggunakan nama masing-masing, juga film ini tak menggunkaan ilustrasi musik. Semua hal ini membuat film yang bisa dinikmati umum mulai 3 September 2009 ini, pantas anda jadikan sebagai alternatif tontonan yang berbeda disela tontonan yang seragam saat ini. (eM.Yu)
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone




