LATEST
REVIEW
- Sang Kiai: Hasyim Asy'ari dalam Keimanan dan Kecintaan pada Tanah Air
- Optatissimus: Usaha dan Kemampuan untuk Percaya
- Epic: Petualangan Apik Bersama Manusia Mini
- Fast and Furious 6: Kolaborasi Seru Dominic Toretto dengan Luke Hoobs
- The Great Gatsby: Kisah Hidup Miliuner Misterius Demi Memeluk Cintanya
FEATURES
- Cinema 21 Berikan Perangkat Preview Kepada Sinematek Indonesia
- Cinema 21 dan PT. Citra Tubindo Ajak 300 Anak Panti Asuhan Nobar The Croods
- Relawan Peduli Bogor Barat Antusias Hadiri Sinema untuk Bangsa di BSD Plaza XXI
- Cinema 21 Menggelar Diskusi Ujian Nasional lewat Film Temani Aku Bunda
- Cerita Haru dari Kado Tawa Finding Srimulat di Solo
Ruma Maida : Suguhan Apik Dari Teddy Soeriaatmadja
Teddy Soeriaatmadja kembali duduk dikursi sutradara. Yang istimewa kali ini lewat film Ruma Maida, sebuah film yang naskahnya dibuat oleh seorang novelis Ayu Utami. Bersama Lamp Pictures dan Karuna Pictures, Teddy menggarap film yang dibintangi oleh Atiqah Hasiholan, Davina Veronica, ...
22 Oktober 2009
Posted By:
Erfanintya M. P.
Teddy Soeriaatmadja kembali duduk dikursi sutradara. Yang istimewa kali ini lewat film Ruma Maida, sebuah film yang naskahnya dibuat oleh seorang novelis Ayu Utami. Bersama Lamp Pictures dan Karuna Pictures, Teddy menggarap film yang dibintangi oleh Atiqah Hasiholan, Davina Veronica, Yama Carlos, Nino Hernandez, Wulan Guritno, Frans Tumbuan, Hengky Solaeman dan Rizal Edwin Manangsang.
Menceritakan tentang Maida (Atikah Siholan), Maida adalah gadis kikuk yang idealis. Ia mengelola sekolah bagi anak jalanan di sebuah bangunan tua yang terbengkalai. Pada suatu hari, seorang pengusaha membeli kavling itu dan hendak mengubahnya menjadi sentra bisnis. Maida dan sekolah liarnya terancam terusir. Maida berjuang keras untuk mempertahankan istananya. Dalam perjuangannya, Maida justru menyibak misteri rumah tua tersebut. Bangunan itu adalah saksi bisu atas kisah cinta yang syahdu dan tragis antara dua insan di tengah perjuangan kebangsaan dan kemerdekaan Indonesia.
Mengangkat isu kebangsaan dalam tiga tema yaitu pendidikan, keragaman, dan sejarah, Teddy menghadirkannya dalam dua jaman, masa sebelum kemerdekaan dan masa reformasi. Dengan alur cerita yang maju mundur, Anda akan dibawa ke masa sebelum kemerdekaan yang pastinya turut hadir Tokoh Presiden Pertama RI, Soekarno. Mungkin Anda akan terkagum-kagum saat melihat sosok Bung Karno ini yang diperankan cukup apik oleh Imam Nurbuwono. Bung Hatta, Wage Rudolf Supratman, Sutan Syahrir, dan Laksaman Maeda turut hadir tentunya dengan wajah yang menyerupai para tokoh tersebut.
Selepas dari para tokoh, setting tempat pun benar-benar memperkuat tiap scene film yang berdurasi 90 menit ini. Mulai dari gedung-gedung tua, kostum para tokoh Indonesia dan tentara Jepang, dan setting kerusuhan Mei 1998 tampak benar-benar sajikan dengan jeli oleh kolaborasi antara Ical Tanjung sebagai penata gambar, Tamorron Musu sebagai penata artistik, dan Ve Verdinand sebagai penata kostum.
Film yang berlokasi syuting di Jakarta dan Semarang ini juga memberikan perbedaan sinematografi dengan jelas. Anda bisa lihat pada masa sebelum kemerdekaan diwakili lewat gambar-gambar artificial, kamera statis, dan tidak menggunakan komposisi gambar close up layaknya foto-foto jaman dahulu. Sedangkan untuk jaman reformasi gambar akan disajikan dengan sesuai apa adanya, dengan kamera handheld.
Penyajian film dengan setting masa sebelum kemerdekaan semakin diperkuat dengan hadirnya Naif sebagai pengisi soundtrack. Dengan mengaransemen ulang lagu seperti “Juwita malam”, “Di Bawah Sinar Bulan Purnama”, dan “Ibu Pertiwi”. Tambah satu keistimewaan film ini, dengan hadirnya lagu “Keroncong Tenggara” yang diciptakan Ayu Utami dan dinyanyikan langsung oleh pemeran Nani Kuddus, Imelda Soraya. Dan tidak heran jika pujian layak dilayangkan kepada Teddy Soeriaatmadja yang cukup apik mengemas film ini. (eM.Yu)
RELATED NEWS
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone




