BIOGRAPHY

Aimee Juliette

Data Diri:

Nama : Aimee Juliette
Tanggal Lahir : 29 Juli
Anak ke : 3 dari 4 bersaudara
Nama Ayah : Frans Januar
Nama Ibu : Siti Aminah

Filmografi:

  1. Buruan Cium Gue (2004) / Satu Kecupan (2005)
  2. Jakarta Undercover (2007)
  3. Sebelah Mata (2008)
  4. Bio Anak Ajaib (produksi)

Mandiri dan berwibawa. Impresi macam itu terlintas dalam benak saat melihat tongkrongannya yang tampak kasual. Apalagi saat memberi wejangan kepada anak asuh yang memang menjadi tugas utamanya, tegas dan tanpa kompromi. Ya, peran macam inilah yang dimainkan oleh Aimee Juliette, ...

AIMEE JULIETTE, SELEKTIF DAN SADAR DIRI

 
Aimee Juliette

Mandiri dan berwibawa. Impresi macam itu terlintas dalam benak saat melihat tongkrongannya yang tampak kasual. Apalagi saat memberi wejangan kepada anak asuh yang memang menjadi tugas utamanya, tegas dan tanpa kompromi. Ya, peran macam inilah yang dimainkan oleh Aimee Juliette, model cantik yang beralih ke ranah seni peran dalam film anyar Sebelah Mata. Ini merupakan karya paling mutakhir dari sineas Rudi Soedjarwo sepanjang tahun 2008.

“Saya jadi promotor bagi Robertino,” terang Pemenang Favorit Gadis Sampul 1992 ini tentang porsi yang dimainkannya di sana. Tak ayal, tuturnya, sebagai promotor kudu business oriented, berwibawa, dan manipulatif. “Jangan lupa pula pandai dalam lobi,” sergahnya. Aimee merasakan tantangan tersendiri yang muncul dari balik peran yang dia mainkan. ”Mendapatkan karakter seperti ini kapan lagi,” tanyanya sedikit retoris. Menurut Aimee film tentang balada atlet tinju macam ini memang langka. Maka tanpa pikir panjang saat Rudi Soedjarwo menawarinya beberapa waktu lalu segera saja disabetnya. Apalagi lumayan banyak scene yang tersedia untuknya.

Di masa kecil, cewek berparas indo ini mengaku tak pernah terbayangkan hidupnya akan macam ini. ”Waktu kecil saya terbayang menjadi putri raja. Semacam orang kaya yang tinggal di istanalah,” ungkap Aimee serius. Menjadi model boleh jadi tak akan pernah dilakoninya. Maklumlah, Aimee pribadi mengaku dirinya memang tomboy dan sang ibu menyebutnya sebagai biang kerok.

Memang sudah nasib, jalan hidup Aimee berubah pada suatu hari. Saat duduk di bangku SMP, teman-teman segangnya mengirim profil untuk ajang pemilihan Gadis Sampul. ”Semuanya ada tujuh orang,” seloroh Aimee dengan mata berbinar. Untuk membuat fotonya mereka membeli rol film negatif isi 36 dan memasukkan potret itu dalam amplop yang dikirimkan kepada panitia. Dasar rezeki, Aimee bisa berjaya di ajang itu. Sejak itulah jalan hidupnya mulai berubah. Aimee masuk dunia baru yang namanya modelling. Pemotretan demi pemotretan dilakoninya. Dengan lancar disebutkannya merek-merek produk busana era 1990-an yang pernah mendayagunakan sosoknya. ”Mulai dari Tira, Osella, Levi’s, H ’n R, Neckerman, Contempo,” demikian dia sebut satu persatu.

Tak hanya pemotretan memang. Model catwalk juga dilakoninya. Aimee mengaku sebagai angkatan pertama di agensi Look’s sejak didirikan tahun 1998. Di sana, dia kebagian juga kelas yang diasuh oleh Didi Petet. ”Namanya kelas pengasahan karakter. Sekarang sudah engga ada lagi, yang ada hanya kelas akting,” terang Aimee. Tentu saja ini bekal yang berguna kelak saat dia mulai masuk ke dunia akting.

Tawaran aktingpun mulai datang kepada Aimee setelah itu. ”Di layar kaca hanya untuk FTV, I-Sinema dan mini seri. Tidak untuk sinetron,” begitu selorohnya. Rupanya Aimee memang tahu diri, proyek macam sinetron biasanya berlangsung jangka panjang jadi cukup makan waktu. ”Kalau film kan reading sebulan, terus syuting. Beres,” tukas Aimee tentang kiatnya. Kalau badan lagi penat, tambahnya, sementara kita terikat kontrak sinetron kan bisa berabe.

Setelah sekian lama berkecimpung sebagai model, Aimee baru menapaki ranah layar lebar tahun 2004 lewat film Buruan Cium Gue arahan sutradara Findo Purwono HW. Hanya sebuah peran singkat. Aimee baru merasa bangga dengan filmnya yang berikut, sebuah arahan sutradara Lance, Jakarta Undercover yang dirilis pada tahun 2007.”Kita menyebutnya Jakun,” ungkap Aimee lagi.

Tak hanya kebagian akting sebagai peran antagonis di sana, Aimee juga harus merelakan punggung mulusnya dilukisi gambar kontemporer walaupun yang kontemporer. ”Bikin tatonya bisa sampai 7 jam,” cerita Aimee. Kendati demikian, totalitasnya ternyata seolah tak bermakna. ”Adeganku banyak yang diedit. Aduh, sakit hati banget,” selorohnya pasrah.

Mungkin Aimee memang tipe aktris yang selektif memilih peran. Genre film yang banyak dirilis belakangan ini jarang yang cocok untuknya. ”Saya suka peran yang walaupun sekilas namun membekas di benak orang,” begitu komentarnya. Tak heran, peran promotor macam inilah yang kemudian memikatnya. Demi menunjang peran ini, berbagai film dengan latar belakang tinju macam Rocky 2, Raging Bull hingga Cinderella Man dipelototinya habis-habisan.

Pengagum Bunda Theresa dan Benazir Bhutto ini sejak awal karirnya memang cenderung untuk tahu diri. Sudah beberapa tahun terakhir ini dia mengurangi aktivitas modelling. ”Hanya untuk kebaya dan bridal,” ungkap Aimee. Agaknya dia cenderung untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang masih baru-baru dan lebih jangkung. Sebagai gantinya, Aimee mengaku saat ini lebih tertarik menjadi MC untuk berbagai kegiatan macam peragaan fesyen misalnya. Kini Aimee aktif dalam aneka institusi sosial macam Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT), Unicef, Yayasan Jantung Indonesia, hingga Yayasan Kanker Payudara Indonesia. ”Di sana saya menjadi Ambassador,” tuturnya mantap. (bat)

COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON