BIOGRAPHY

Ikhsan Samiaji

Data Pribadi :

Nama Lengkap : Ikhsan Samiaji
Nama Panggilan : Aji
Tempat Tanggal Lahir : Jakarta / 15 April 1978
Nama Ayah : Syamsul Basri
Nama Ibu : Hersia Nurani
Anak ke : 1 dari 2 bersaudara
Hobby : Olah Raga, Masak
Fimlografi :
Sinetron :
  • Hikmah
  • Gejolak Jiwa
FTV :
  • Rahasia Wilma
  • Kalau Cinta Harus Jujur
  • Ninda Pilih Siapa
Layar Lebar :
  • Ekskul (2006)
  • Gotcha (2006)
  • Mendadak Dangdut (2006)
  • The Wall (2007)
  • Ada Kamu Aku Ada (2008)
  • Pocong VS Kuntilanak (2008)
  • The Glitch (2009)

Release Intention, adalah sebuah bagian dalam film yang berfungsi sebagai pelepas ketegangan atau penyeimbang sesuatu yang complicated. Atau mudahnya seperti ini, dalam film horor misalnya, biasanya ada tokoh-tokoh yang ditujukan untuk melucu agar penonton bisa menghela nafas sejenak dari berbagai ...

IKHSAN SAMIAJI, POPULARITAS HANYA EFEK SAMPING

 
Ikhsan Samiaji

Release Intention, adalah sebuah bagian dalam film yang berfungsi sebagai pelepas ketegangan atau penyeimbang sesuatu yang complicated. Atau mudahnya seperti ini, dalam film horor misalnya, biasanya ada tokoh-tokoh yang ditujukan untuk melucu agar penonton bisa menghela nafas sejenak dari berbagai teror para hantu.

Tidak hanya dalam film yang bertema horor saja hal-hal itu muncul, dalam film dengan tema ’berat’ seperti Sci-Fi juga ada hal yang namanya release intention. Dalam film The Glitch contohnya, tokoh yang bernama Teten (diperankan oleh Ikhsan Samiaji) selalu menjadi penyeimbang dari aneka hal berat dari Sci-Fi itu sendiri.

”Yah itulah porsi gue didalam film ini, gue berfungsi sebagai penetralisir dari berbagai hal tentang Sci-Fi yang berat-berat itu,” ujar pria yang sebenarnya juga bertubuh ’berat’ ini. Bagi Aji, begitu ia akrab disapa, pembentukan sebagai seseorang yang menetralisir keadaan tidak dilakukan secara berlebihan.”Gue adalah scripted people, dan gue selalu mengikuti apa yang diinginkan oleh sutradara, ngga mau terlalu melebihkan dari skrip,” ujar Aji.

Tidak terlalu ’ngoyo’ dan rendah diri itulah sifat yang sangat terlihat dari pria yang bertubuh tambun ini. Sifatnya itu terbentuk dari serentetan perjalanan kisahnya dalam meniti karir di dunia akting. Kisahnya dimulai ketika dia menyadari sangat menyukai dunia seni.”Mungkin karena sudah terbentuk dari keluarga, nyokap gue itu suka seni teater, lukisan. Dan adik gue juga penari,” tukas pria kelahiran 15 April 1978 ini.

Namun rasa seni yang dimiliki Aji baru bisa ia tumpahkan ketika ia kuliah di NHI Bandung. Dengan rasa PD yang tinggi, Aji bersama teman-teman kuliahnya tergabung dalam cabaret Pom-Pom Boys (Itu loh cheerleaders tapi isinya laki-laki semua).”Gue ikut itu dan akhirnya keliling Bandung manggung di acara pensi-pensi. Pernah waktu itu gue mainnya sebelum band /Rif,” kisah Aji seraya tertawa mengingat perjuangannya tersebut.

Dari sana Aji memang sangat tertarik di dunia seni hingga akhirnya ia memberanikan diri untuk daftar ke sebuah agensi kecil-kecilan.”Gue liat di koran, sempat sih gue beberapa kali kena tipu sama agensi bohongan, tapi nilainya ngga sampe juta-jutaan kok,” ungkap Aji. Namun dari agensi tersebut, di tahun 2000 akhirnya berhasil memberikan Aji pengalaman di dunia akting meski hanya menjadi seorang figuran dalam sebuah sinetron.”Yah jadi orang yang ngerame-ramein aja,” ujar pria penggemar sepak bola ini.

Usai debut pertamanya, tidak ada kesempatan datang macam panggilan casting ataupun lowongan menjadi figuran. Namun seorang Ikhsan Samiaji ternyata tidak berhenti sampai di situ. Sadar lantaran belum memiliki dasar-dasar akting, Aji akhirnya mengikuti sebuah workshop di tahun 2002.”Waktu itu peserta workshopnya ada Nicholas Saputra, Dian Sastro, Rachel Maryam sama Marcella Zalianty, gue barengan sama mereka semua workshopnya,” lanjut anak pertama dari dua bersaudara ini.

Di dalam workshopnya itu, Aji mendapatkan pembelajaran untuk menjadi seorang fighter dalam film. Tidak puas dengan ilmu yang ia terima, Aji memutuskan untuk kembali mengikuti pelatihan akting. Sakti Aktor Studio adalah tempat yang dipilih Aji untuk menimba ilmu. Namun dari pelatihannya itu ia tidak begitu saja langsung mendapatkan jalannya di dunia hiburan, butuh kesabaran dan waktu yang cukup lama bagi Aji. Baru dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2002 Aji mendapatkan peluangnya kembali di dunia sinetron.”Berdasarkan link-link yang ada di Sakti, akhirnya gue dapet sinetron-sinetron di MD. Dan itu berlangsung dari 2002 sampai 2005,” jelas pria yang juga gemar memasak ini.

Tahun 2002 tampaknya memang menjadi tahun yang menjanjikan bagi awal karir Aji. Di tahun itu juga ia mencoba kembali masuk ke salah satu agensi, dari sana karirnya melebar ke dunia iklan.”Memang cukup lama juga sih gue nunggu iklan, baru di tahun 2004 gue dapet iklan, waktu itu iklan XL Jempol,” cerita Aji. Kemudian karir Aji di iklan kian menanjak, bahkan hingga kini ia telah membintangi sekitar 15 iklan.”Ada Tim-Tam, Sampoerna Hijau dan khusus iklan yang ini berhasil menang di SCTV Music Award,” cerita Aji.

Sudah merasakan segala sesuatunya di dunia sinetron dan iklan, berkarir di layar lebar sudah pasti menjadi salah satu tujuan dari Aji. Berkat kolega-koleganya di Sakti Aktor Studio kembalilah Aji mendapatkan kesempatan pertamanya berakting di layar lebar. Adalah sebuah film arahan Nayato berjudul Ekskul pada tahun 2006. ”Gue jadi psikiater, dan itu gue seneng banget, 4 tahun man gue nunggu buat layar lebar akhirnya kesampaian juga, walaupun gue main cuma di scene pembuka,” ujar Aji.

Setelah mendapat kesempatan pertamanya, perjalanan Aji di dunia layar lebar semakin mudah, meskipun hanya sebagai pemeran pendukung. ”Abis itu gue diajakin Nayato lagi buat di film Gotcha, dan setelah itu gue juga dapet peran di Mendadak Dangdut,” ungkap Aji.

Dalam film garapan Rudi Soedjarwo tersebut, Aji mendapatkannya dari sebuah proses casting.”Biasa gue dapet info dari anak-anak Sakti, akhirnya gue dateng kesana dan gue kebagian peran waktu berantem-berantemnya. Lumayanlah workshop gue di tahun 2000 kepake juga,” lanjut Aji.

Setelah itu, kembali bersama orang-orang di Sakti Aktor Studio Aji mendapatkan peran dalam film berikutnya The Wall. ”PH-nya memang langsung casting orang-orang yang ada di Sakti. Disana gue jadi penjaga rumah, peran kecil lagi sih,” ungkap Aji. Setelah itu, peruntungan Aji di layar lebar kembali datang ketika ia dipanggil casting untuk film garapan Rizal Mantovani, Ada Kamu Aku Ada.

”Itu gue lagi main futsal, dan tiba-tiba gue dipanggil suruh dateng casting. Akhirnya gue dapet dan ternyata sutradaranya Rizal Mantovani, dan dia enak banget, dia detail,” jelas Aji. Berikutnya, barulah Aji berlabuh kepada David Poernomo. Dalam arahan David, Aji bermain dalam film The Glitch setelah sebelumya Aji juga bermain dalam film arahan David Poernomo lainnya Pocong VS Kuntilanak.

”Tetap gue lewat casting, di Pocong VS Kuntilanak gue langsung dicasting sebagai Big. Dari situ ternyata mas David suka dan ketika produksi berjalan mas David nawarin gue juga di film dia berikutnya The Glitch,” ujar Aji.

Bagi Aji, perannya di film The Glitch memberikannya kebebasan untuk menuangkan yang selama ini telah ia pelajari. ”Gue ngerasa di The Glitch-lah semua hasil proses pembelajaran gue kepake. Dan dari segi porsi dari yang tadinya gue cuma peran utama pembantu banget disini gue bisa dapet porsi yang lumayan gede,” lanjut Aji.

Lalu apakah Aji merasa dirinya populer? ”Buat gue popularitas cuma efek samping, yang ada di otak gue hanya gue adalah aktor yang tugasnya adalah berakting,” tegas Aji. (ajo)

Archive

COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON