BIOGRAPHY

Rizky Hanggono

Data Pribadi :

Nama Lengkap : Rizky Hanggono
Tempat tanggal lahir : Jakarta 16 September 1980
Nama Ayah : Sutjipto
Nama Ibu : (alm) Amalia
Nama Istri : Roro Maheswari Yakti
 
 
 
 
 
 

Filmografi:

Ungu Violet (2005)
Dealova (2005)
Jomblo (2006)
Puber (2008)
 
 
 

Sinetron:

Serial TV Jomblo
Istri Yang Terbuang
Cinta Fitri

Sosoknya yang misterius, pendiam dan tertutup sangat tergambar dalam beberapa karakter yang dimainkan oleh Rizky Hanggono. Bermula ketika ia bermain sebagai Lando bersama Dian Sastro dalam film Ungu Violet, dan kemudian dalam film Jomblo ataupun yang paling terbaru, Puber. Apakah ...

RIZKY HANGGONO, BERMULA DARI TUKANG ASAP

 
Rizky Hanggono

Sosoknya yang misterius, pendiam dan tertutup sangat tergambar dalam beberapa karakter yang dimainkan oleh Rizky Hanggono. Bermula ketika ia bermain sebagai Lando bersama Dian Sastro dalam film Ungu Violet, dan kemudian dalam film Jomblo ataupun yang paling terbaru, Puber. Apakah pria kelahiran Jakarta 16 September 1980 ini memang memiliki sifat seperti itu? Sepertinya iya, tapi itu beberapa tahun silam, jauh dari saat ini.

Perceraian kedua orang tuanya di kala Rizky berusia lima tahun bisa dikatakan sebagai faktor psikologis yang membuat Rizky menjadi orang yang tertutup. Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, ketika banyak teman-temannya yang terlihat sangat harmonis kehidupan keluarganya, Rizky harus menerima kenyataan bahwa ia sedikit berbeda dengan teman-temannya yang lain.

“Waktu kecil, kalo yang lain liburan sama keluarga serta mama papanya ke rumah nenek atau ke rumah kakek atau siapapun, gue nggak, gue nggak ngalamin hal-hal kaya gitu,” tukas Rizky. Hal seperti itu terus berlanjut, meskipun ibunya telah menikah kembali. Dia kurang merasakan kehangatan sebuah keluarga hingga akhirnya ibunya meninggal tahun 2001, menyusul ayah tirinya.

Pendiam dan tertutupnya Rizky Hanggono membawa ia ke hobi baru: menggambar. “Dari umur tiga tahun gue memang sudah suka gambar, gue suka duduk di atas meja sambil pegang pensil dan coret-coret.

Kegemarannya itu terus berlanjut ke masa SMP serta SMA. Selayaknya anak-anak remaja di usia seperti itu, tembok dan baju seragam sekolah adalah media yang sangat menyenangkan untuk menggambar. “Gue duduk di pojok belakang, dan gue suka gambar muka gue atau pose yang aneh-aneh, pokoknya kalo bangku itu ditarik dan dibongkar, temboknya pasti isinya gambar gue semua,” kenang Rizky.

Siapa sangka, hobi corat-coretnya ini justru yang membawa Rizky ke dunia film, dan menjadi aktor. Setelah selesai kuliah D3 di Jurusan Advertising Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, ia mencoba mengirim lamaran ke berbagai kantor iklan untuk mengincar posisi story board artist.

Beberapa kali panggilan kerja pun sempat dijalani olehnya, namun satu pun tak ada yang lolos. Pun, ketika ia mendatangi rumah produksi yang sedang mencari story board artist. Untungnya, rumah produksi tersebut menawarinya magang.

“Akhirnya gue dihubungin sama orang artistik, jadilah gue kru artistik di film Tusuk Jelankung, walaupun gue ngga tau artistik itu apaan,” ujar Rizky. Benar saja, artistik di sini ternyata harus membuat dia rela menjadi tukang bakar asap. ”Gue jadi tukang bakar-bakar asep, yang asepnya selalu ada di film horror, tau kan. Nah jadi itu gue, sampe sesek nafas,” kenang Rizky sambil tertawa.

Namun sekali lagi, Rizky melihat bahwa ini adalah kesempatan yang belum tentu dimiliki orang lain, akhirnya ia pun menjalani perannya itu selama tiga tahun dengan berpindah-pindah rumah produksi. Selama masa karirnya itu, bakat menggambar Rizky tidak terbengkalai begitu saja. Pasalnya banyak art director yang meminta tolong kepadanya untuk dibuatkan gambar atau lay out dari sebuah set.“Mostly selain ngangkat-ngangkat, gue juga suka bikinin konsep, karena beberapa art director yang gue temuin juga nggak bisa gambar. Itu ironisnya,” jelas Rizky.

Talenta terpendam Rizky akhirnya tercium juga. Pada film Bangsal 13, arahan Ody C. Harahap, ia ditawari untuk menjadi seorang story boarder. “Waktu ditawarin gue langsung mau, karena memang ini yang gue cari selama ini.”

Tapi siapa sangka, setelah selesai bekerja sama dengan Ocay (panggilan akrab untuk Ody C Harahap), Rizky kembali mengerjakan story board film keduanya bersama Rako Prijanto untuk film Ungu Violet. Di sinilah awal Rizky memasuki dunia akting. Selama pengerjaan story board film tersebut, ia selalu berdiskusi dengan Rako, hingga banyak terjadi obrolan dan kesempatan untuk mengenal lebih personal.

Diceritakan, karakter Lando dalam film Ungu Violet tergambar sebagai seseorang yang tertutup. “Mungkin Rako merhatiin gue memiliki sosok misterius juga, dan akhirnya setelah sebulan ngerjain story board, gue ditawarin casting sama Rako,” ujar Rizky.

Sifat ketidakpedean Rizky menuntunnya untuk mengatakan tidak pada penawaran Rako itu. Namun dorongan dari Rako dan melihat ini adalah kesempatan baru lagi untuknya, membuat Rizky akhirnya tertarik juga untuk mencoba. Hasilnya?

“Jelek banget! Gue pikir ya udahlah, bukan rejeki gue kali ya,” timpalnya. Namun selalu ada kesempatan kedua bagi orang-orang yang mau mencoba. Setelah semua proses pengerjaan story board benar-benar selesai, datanglah kesempatan kedua bagi Rizky. Ia kembali ditawari untuk casting. Kali ini jawaban ada peningkatan.

Ternyata, Rizky diam-diam belajar dari kesalahannya sebelumnya sehingga ia dapat memberikan yang terbaik. “Di sini gue udah lumayan pede karena gue belajar dari kesalahan-kesalahan gue. Tapi gue nggak berharap untuk jadi aktor,” ujar Rizky.

Hasil latihan Rizky tidak sia-sia, ia mendapatkan peran dalam film tersebut. “You’ve got the part, man,” ujar Rako kala itu. Sontak Rizky tidak percaya dan menyangka bahwa Rako hanya main-main. Tapi ternyata tidak, setelah Mitzy serta Cindy Christina selaku produser juga mengiyakan bahwa dirinya dipercaya untuk memainkan karakter Lando. “Kalo kata Cindy, look gue juga menarik, bolehlah secara kamera, enak dilihat, ngga malu-maluin, dapat narik cewe-cewe tentunya,” ucap Rizky.

Tidak memiliki pengalaman akting sempat membuat Rizky frustasi dan mencoba mundur dari apa yang ia dapat saat itu. Dari proses reading pun, Rizky sudah merasa menyerah, ia melihat ketika latihan saja sudah jelek bagaimana ketika syuting. “Tapi Mas Rako kecewa dengan pernyataan gue. Akhirnya Rako nyemangatin gue lagi dan menyadarkan kalo gue punya tanggung jawab, walaupun akting itu bikin gila,” kenang Rizky.

Setelah itu, kecintaannya kepada story board membawa ia ke film keduanya, yaitu Dea Lova. Tapi karena ia pernah bermain di Ungu Violet, selain sebagai story board artist, dia juga ditawari untuk ikut bermain.

“Tapi di situ masalah buat gue, karena tiba-tiba gue jadi anak band dan gue nggak tau karakternya seperti apa. Gue cuma kurang puas aja di situ,” tukas Rizky.

Namun hal tersebut segera diperbaiki Rizky pada film ketiganya, Jomblo. “Olip itu mirip sama gue. Cool, suka army-army-an,” ujar Rizky.

Ketika pembuatan Jomblo inilah, Rizky menyadari kalau akting itu sudah bagian dari hidupnya.Selain ia dapat merasakan suasana kerja yang sangat membuatnya nyaman, keberhasilan Jomblo juga membuat dirinya semakin dikenal, mulai dari wawancara media hingga menjadi bintang tamu dalam program acara televisi.

Anehnya, ketika ketenaran telah mulai dituai, nama Rizky tampak menghilang dari dunia layar lebar. Ia baru kembali hampir dua tahun kemudian lewat film bertajuk Puber. Usut punya usut, pria yang kini telah beristrikan Roro Maheswari ini ternyata lebih sibuk di layar kaca, khusunya FTV. “Gue kemaren-kemaren emang lagi fokus di FTV aja. Tapi tetep suka ikutan casting layar lebar juga kok. Emang baru nyangkutnya di film (Puber) ini aja,” ucap Rizky.

Dalam filmnya kali ini, Rizky berharap segala sesuatu yang telah ia berikan dari dirinya, mulai dari sebagai seorang tukang asap, kemudian menjadi story board artist hingga akhirnya menjadi aktor dapat memberikan kontribusi, meskipun tidak terlalu besar bagi berlangsungnya dunia perfilman Indonesia.

Lalu apa yang akan dilakukan Rizky selanjutnya. “Mungkin jadi penulis saja, karena gue tipe orang yang kreatif dan suka ngayal,” ujarnya. (ajo)

 

COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON