BIOGRAPHY

Sharon Jessica

Biodata:

Nama : Sharon Jessica
Tempat tanggal lahir : Jakarta, 25 April 1993
Hobi : Akting, tari, menyanyi
Anak ke : 2 dari 2 bersaudara
Nama Ayah : Daan F Poluan
Nama Ibu : Syariefa S. Poluan
 

Filmografi:

Aktris
  1. Chika (2008)
 
 
 

Gadis remaja itu Chika Aditya namanya. Usianya masih belasan. Menggambar sudah menjadi hobinya dan berharap suatu saat ada penerbit di negeri ini yang mau meriliskannya dalam bentuk buku. Sayangnya, dalam usia yang masih belia itu dia sudah menjadi yatim piatu. ...

SHARON JESSICA

 
Sharon Jessica

Gadis remaja itu Chika Aditya namanya. Usianya masih belasan. Menggambar sudah menjadi hobinya dan berharap suatu saat ada penerbit di negeri ini yang mau meriliskannya dalam bentuk buku. Sayangnya, dalam usia yang masih belia itu dia sudah menjadi yatim piatu. Untung saja dia masih punya banyak teman dalam hidupnya.

Chika tokoh rekaan dalam film bertajuk serupa dari rumah produksi Soraya Intercine Films yang dirilis Lebaran tahun 2008. Tiga tahun lalu, film bergenre sejenis juga diluncurkan Soraya untuk konsumsi hari Lebaran pula. Cukup lama juga intervalnya. Rupanya sang produser serius nian dalam proses pencarian tokoh utama hingga makan waktu lama. Dan akhirnya, terpilihlah nama Sharon Jessica sebagai pemerannya.

Sosok Jessica sudah barang tentu mirip dengan yang diharapkan produser. Usianya masih belasan. Namun jangan salah, kendati tubuhnya terbilang mungil kemampuan bicaranya lumayan mengesankan. Pertanyaan yang diajukan wartawan saat jumpa pers sekaligus buka puasa akhir pekan lalu (20/9) dijawabnya dengan diplomatis.

Tak mudah jalan untuk memperoleh peran cewek ABG itu bagi siswi SMA Negeri 3 Jakarta ini. ”Sebenarnya aku ikut casting untung-untungan aja. Saya tidak menyangka bisa menyisihkan 2.000 perempuan,” begitu Sharon memulai ceritanya malam itu.

Anak bungsu dari dua bersaudara ini mengaku jika pribadinya tak jauh berbeda dengan sosok Chika. ”Jadi aku ngejalaninnya enak,” selorohnya saat ditemui beberapa waktu silam. Lantaran faktor kesamaan itu, proses reading selama tiga bulan itu bisa dijiwainya dengan sepenuh hati.

”Itu benar-benar bisa all out sama karakter aku. Semua aku masukin ke karakter yang di skrip, aku adalah Chika,” tuturnya mantap. Walhasil, Sharon merasa siap lahir batin dengan alter ego tersebut. ”Jadi pas syuting akuk engga bawa skrip,” tambah cewek kelahiran Jakarta, 25 April 1993 ini.

Cepat dalam menghafal skrip memang menunjukkan kualitas remaja yang satu ini. Dan memang dari sananya Sharon sudah pintar. Gelar juara kelas beberapa kali sempat disandangnya. Tentu saja ini menjadi semacam kredit yang membuat jalannya menjadi mulus: Sharon diizinkan terjun di dunia hiburan, dan dunia akting secara khusus. Maklumlah, ayah ibunya terkenal ketat untuk urusan pendidikan.

Berkat otak encernya, bukan hanya dari orangtua Sharon memperoleh keistimewaan. Dari sekolahnyapun dia memperoleh perlakuan serupa. ”Aku dapat izin dari sekolah, karena aku ranking satu,” cerita Sharon.

Maklumlah, lokasi syuting bukan hanya di tanah air melainkan juga ke Italia, tepatnya di kota Venesia. Bahkan saat syuting di Jakarta, baru beres jam 4 subuh namun jam 7 sudah harus ujian susulan, kenang Sharon.

Main film untuk kali pertama, peran utama pula tentu saja sebuah hal yang menyenangkan. ”Yang jelas seru,” itu komentar standar Sharon. Tak hanya dengan Muhammad Fardhan sang lawan main yang merupakan alumni SMA-nya, kepada Sarah Sechan pun demikian. ”Semua asik-asik. Mereka baik banget,” ceritanya dengan semangat. Bisa bersinergi dengan mereka tentu saja sangat membantu dalam proses syuting.

Satu hal lagi yang juga terasa indah di mata Sharon adalah lokasi syuting di kota air Venesia. ”Tempatnya benar-benar indah, keren banget,” begitu komentarnya. Belum lagi adegan yang membuat Sharon harus berdialog dalam bahasa Italia hingga dia tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. ”Asik banget aku juga kenal sama orang luar, apalagi mempelajari bahasa mereka,” sambutnya antusias.

Lantas, Sharon ternyata juga bisa mengeluh. Namanya juga pemula tentu saja yang membuatnya sebal lantaran harus menanti lama saat syuting. ”Setting-nya cukup lama, kadang satu adegan aja 3 jam,” curhatnya. Macam-macam lagi kondisi yang menurutnya berat, misalnya hujan yang tak kenal kompromi atau adegan lari-lari dari pagi hingga sore.

Apakah Sharon kapok karenanya? Kapok sih enggak, karena akting untuk mengembangkan bakat yang aku punya, aku ngga bakal bosen dan kapok untuk mencoba lagi,” jawabnya dengan diplomatis. Sediplomatis jawabannya apakah kelak dia akan terus betah disorot kamera atau terjun di ranah lain. Tunggu sajalah. (bat)

Archive

COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON