BIOGRAPHY

Vincent Rompies

Biografi
Nama Asli : Vincent Ryan Rompies
Nama Panggung : Vincent Club 80’s/ Vincent Club Eighties
Tempat Tanggal Lahir: Jakarta, 29 Maret 1980
Anak ke dari : 2 dari 4 bersaudara
Tinggi/Berat Badan : 178 cm/70 kg
Nama Ayah : Jan Rompies
Nama Ibu : Haryati Rompies
Filmografi:
Aktor
  1. Mendadak Dangdut (2006)
  2. Tri Mas Getir (2008)
  3. Tarzan Ke Kota (2008)
  4. Kalau Cinta Jangan Cengeng (2009)
  5. Kawin Laris (2009)

Namanya saja seorang aktor, ketika disuruh berakting ya harus siap disuruh apa saja oleh sutradara. Macam yang dilakukan Vincent Ryan Rompies dalam film terbarunya, Tarzan ke Kota. Perannya di sana sih memang menjadi penjahat, tapi apa iya harus sering mengedipkan ...

VINCENT CLUBEIGHTIES HANYA INGIN BERKESENIAN

 
Vincent Rompies

Namanya saja seorang aktor, ketika disuruh berakting ya harus siap disuruh apa saja oleh sutradara. Macam yang dilakukan Vincent Ryan Rompies dalam film terbarunya, Tarzan ke Kota. Perannya di sana sih memang menjadi penjahat, tapi apa iya harus sering mengedipkan mata? ”Gue jadi penjahat, tapi anak kecil engga boleh takut sama gue, jadi gue sering ngedipin mata,” tutur basis band Club Eighties beberapa waktu silam dengan jenaka.

Kehadiran Vincent di sanapun tak sekadar tempelan semata. Dalam film arahan Reka Wijaya itu, dia malah memainkan dua karakter. Masing-masing Arda dan Mamahi alias Master Mata Hitam. Nah, Mamahi inilah yang posisi penjahatnya dan hobinya kedip-kedip. Konon, kedip-kedip ini dibuatnya lantaran terinspirasi dengan sosok Heath Ledger, kemudian dia menyodorkan ide tersebut kepada sang sutradara. ”Setiap gue memberikan ide baru yang komik banget, Reka selalu semangat mendengarkan ide gue,” demikian tambahnya. Ide itu sukses dilakoninya.
Sosok Vincent memang lumayan mencuat belakangan ini. Padahal awalnya dia dikenal sebagai musisi sebelum laris sebagai bintang film. Beberapa tahun silam, tepatnya tahun 1998 dia bersama beberapa rekan di kampus Institut Kesenian Jakarta bergabung dengan band berciri khas tahun 80-an namanya Club Eighties. Setahun kemudian, mereka sudah membuat album perdana di bawah bendera Universal Music Indonesia.
Di band itu Vincent mengaku ingin memuaskan hasratnya dalam berkesenian. ”Basicnya memang di IKJ itu mahasiswanya berkesenian dalam bidang apa saja. Ada yang ngeband, ada yang bikin klipnya siapa, ada yang bikin art untuk klip atau pegang wardrobenya,” kenang pembetot bas ini. Band Clubeighties sendiri diperlakukan cukup nyeni, yakni digarap dengan ciri keunikan kembali ke masa silam. Tak heran jika anak muda era 2000 macam yang tersihir hingga fasih melantunkan tembang milik band Vincent dkk.
Layar kaca kemudian mendapat giliran untuk dirambahnya pula. Menjadi host sebuah program remaja dilakoni bersama koleganya, Deddy Mahendra Desta alias Desta sekitar tahun 2005. Vincent hanya tertawa-tawa saat disinggung soal tagline yang sempat diucapkan bersama sang rekan. Jenaka tapi sungguh bikin heboh hingga sempat disomasi. Setelah kontrak di sana usai, mereka berdua kerap beberapa kali muncul dalam satu program, namun tak ada yang semencuat program yang dikenal sebagai MTV Bujang itu.
Tatkala sibuk-sibuknya menjalani profesi sebagai anak band dan host acara televisi, ternyata Vincent juga kerap mendapat panggilan untuk casting film. ”Mas Rudi Soedjarwo mengajak casting adalah lebih dari lima kali,” tuturnya mengenang. Setidaknya, lanjut Vincent, dia pernah dipanggil ke Jalan Paso untuk judul-judul macam Mengejar Matahari hingga 9 Naga. Sayang sekali hasilnya selalu nihil.
Akhirnya, Vincent memang memulai debutnya di layar lebar lewat film arahan Rudi. Tahun 2006, sebuah peran singkat sebagai bandar narkoba dilakoninya dalam Mendadak Dangdut. ”Gue memang tidak terlalu banyak akting di sana.Gue hanya diminta mas Rudi untuk mengeluarkan sisi ngehe’ dalam diri gue,” seloroh Vincent. Vincent baru muncul lagi di layar lebar dua tahun kemudian. Ketika itu sutradara Rako Prijanto mengajaknya bermain dalam film komedi bertajuk Tri Mas Getir bersama Tora Sudiro dan Indra Birowo. Vincent sempat tak perduli jika Rako sempat berseloroh bahwa dirinya merupakan pengganti dari Gary Iskak yang sedang dibui. Seperti diketahui, Rako, Tora, Indra dan Gary sebelumnya pernah terlibat dalam film D’Biji’s serta Tragedy.
Film tersebut kemudian mendapat sambutan hangat dari publik. Namun yang lebih penting bagi Vincent adalah kemudian dia menjadi lebih laris sebagai aktor. Pasalnya, di tahun 2008 tiba-tiba namanya menjadi lebih sering terpampang dalam poster film. Yang paling dekat adalah peran gandanya dalam film Tarzan Ke Kota.
Setelah itu barulah perannya sebagai penghulu licik dalam Kawin Laris. Lagi-lagi ini komedi. Sang sutradara sekaligus penulis skenario Cassandra Massardi, disebutkannya, turut andil dalam persekongkolan ini. ”Cassandra kasih karakter yang cocok dengan tingkah laku gue. Padahal gue kan orang baik-baik,” tuturnya entah serius atau melucu. Lantaran bukan karakter aslinya sebagai orang jahat, dia mengaku mempelajari sosok Ibu Subangun yang pernah berjaya di era sinetron Keluarga Rahmat di TVRI. Belum lagi film garapan Monty Tiwa, Kalau Cinta Jangan Cengeng. Vincent juga muncul dalam film drama yang dibintangi Marshanda, Agus Ringgo dan Sigi Wimala ini. Namun dia tak tahu kapan akan beredar.
Saat ini, Vincent sungguh terlena dalam pendaran sorot cahaya kamera. Jadi pilih mana, musik atau film? "Ngeband tetap, film juga. Dua-duanya tetap bisa jalan. Toh, keduanya tetap berkesenian,” tuturnya yakin. (bat)
COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON